Pengalaman Naik Pesawat Bawa Tanaman

Setiap orang pasti punya pengalaman tak terlupakan dalam hidupnya. Dan salah satu pengalaman tak terlupakan yang saya alami beberapa tahun yang lalu adalah ketika ‘tercyduk’ ketauan bawa tanaman Ketika naik pesawat.

Haha iya, jujur waktu itu saya belum tahu kalo sebenarnya ada larangan untuk membawa tanaman ke dalam kabin pesawat.

Selama ini saya pikir benda yang dilarang dibawa masuk ke dalam bagasi pesawat itu sebatas senjata tajam, cairan, aerosol, gel atau zat berbahaya lainnya.

Ternyata powerbank, makanan yang menyengat seperti durian serta produk dairy (mengandung susu hewan) pun dilarang lho.

Baca juga : 8 Barang yang Tidak Boleh Dibawa ke Kabin Pesawat

BTW pengalaman naik pesawat bawa tanaman tersebut terjadi ketika saya akan pulang menggunakan pesawat dari Makassar ke Bandung.

 

Ketentuan Membawa Tanaman di Pesawat

Yang saya heran Ketika melewati jalur pemeriksaan awal di bandara untuk barang bawaan, saya diperbolehkan masuk, tanpa hambatan.

Mungkin karena ga terdeteksi atau bagaimana entahlah. Yang pasti waktu itu saya membawa tanaman tersebut di dalam sebuah goodie bag. Atau mungkin tanaman yang saya bawa tersebut lebih berbentuk bibit tanaman.

Lupa-lupa ingat tanaman yang saya bawa memang tidak menggunakan tanah melainkan sebuah biji pohon yang sudah bertunas hingga tumbuh mengeluarkan batang dan sedikit daun.

Beberapa saat setelah kejadian tersebut Saya pun googling, ingin tahu informasi lebih banyak sebenarnya boleh ga sih membawa tanaman ke dalam pesawat?

Dan jawabannya adalah bisa. Dengan mengacu pada ketentuan, tanaman tersebut tidak bertanah dan berair, maka tanaman tersebut boleh dibawa masuk ke dalam kabin.

Syarat lainnya, memiliki jumlah batang maksimum 20 buah dengan panjang max 40 cm alias buket bunga atau bunga tanpa akar. Hohoho.

FYI alasan saya ingin membawa tanaman tersebut karena teringat pada ayah saya di Bandung yang hobi bercocok tanam. Saya pikir ayah saya bakalan senang kalo diberi oleh-oleh bibit tanaman tersebut.

Terus bagaimana caranya apabila kita ingin membawa tanaman dari daerah tertentu menggunakan pesawat?

 

Untuk Membawa Tanaman dari Luar Daerah/ Luar Negeri Gunakanlah Surat Karantina Tanaman

Untuk mengurus surat karantina tanaman caranya relatif mudah. Yaitu dengan mengunjungi balai karantina tanaman terdekat. Dan besaran biaya yang dikenakan pun bervariasi tergantung kategori tanaman itu sendiri.

Dan ingatlah bahwa prosedur karantina harus diselesaikan sebelum check in untuk mempercepat prosedur check in.

 

badan karantina pertanian
Surat karantina tanaman dikeluarkan oleh balai karantina atau dinas terkait yaitu dinas pertanian.

 

Adapun persyaratan karantina tumbuhan harus mencakup beberapa poin antara lain :

  1. Dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate (PC) yang ditandatangani oleh pejabat yang berwenang dari daerah asal/negara asal.
  2. Melalui tempat pemasukan yang telah ditetapkan.
  3. Dilaporkan kepada petugas karantina tumbuhan di tempat pemasukan untuk keperluan Tindakan karantina.

Oya tuk proses karantina tumbuhan berbeda-beda, biasanya sih maksimal 14 hari. Tergantung kepada komoditas tumbuhan dan metode pengujian yang akan dilakukan.

 

Kesimpulan

Alhamdulillah akhirnya tanaman yang sengaja saya bawa untuk ayah saya tersebut bisa saya minta kembali Ketika pesawat sudah mendarat.

Dan saya baru ngeh kalo alasan sebenarnya kenapa tidak diperbolehkan membawa tanaman ke dalam kabin pesawat adalah karena dikhawatirkan tanaman tersebut mengandung hama, virus atau bakteri yang bisa menyebar dan membahayakan seluruh penumpang di dalam pesawat.

Makanya agar aman, sebaiknya tanaman tersebut dikarantina terlebih dahulu dan kemudian dikemas dengan baik.

Nah, apakah kamu pernah mengalami hal serupa yang berhubungan dengan barang yang seharusnya tidak dibawa masuk ke dalam pesawat terbang? Yuk share di kolom komentar.

 

 

 

10 thoughts on “Pengalaman Naik Pesawat Bawa Tanaman”

  1. Dulu waktu kuliah saya pernah pelajari soal ini mbak, prosedur CIQ…
    Tapi sekarang udah lupa.
    Hanya saja karena ingat pernah belajar yang pada intinya ngga bisa sembarangan bawa tanaman dan hewan di pesawat sampe sekarang saya ngga pernah mau bawa.
    Udah kepikiran repot ngurusnya. Padahal ngga serepot itu juga, ya…

    Reply
  2. Sepertinya saya pernah punya pengalaman yg sama juga, dan karena tanaman yg dibawa juga kecil, waktu itu disuruh ngurus surat2 dan di-packing ulang kayaknya. Udah lama banget.
    Juga jadi pengalaman yg nambah ‘ilmu’ 😀

    Reply
  3. poin-poin krusial yang harus diperhatikan nih bagi yang ingin bawa tanaman di dalam pesawat, terlebih dalam menyiapkan dokumen karantina tumbuhan jangan sampai terlewatkan. Jadinya nyaman terbang deh ya bawa tanaman kesayangan

    Reply
  4. Kalau tanaman belum pernah sih yaa.. Pernahnya di tahun 2019 saya membawa dua porsi makanan khas Makassar, yaitu Pallubasa. Dikemas dengan toples plastik. Kirain ya biasalah, bawa oleh-oleh. Walau ekstrim juga bentukannya hahaha. Berat. Cairan gitu (kuahnya kan). Waktu itu penerbangan saya dari Makassar ke Lombok, transitnya di Bali. Sempat tertahan sebentar di Bali, dilakukan pengecekan, dipikir bawa sesuatu dari pantai di Bali.. lah padahal ku cuma transit, udah bilang juga bahwa itu Makanan..Akhirnya ya toples yang sudah diplesterin itu dibuka. Setelah dipastikan beneran makanan, baru deh boleh masuk.

    Saat itu, saya sempat lihat beberapa papan informasi. Ada peringatan tidak diperkenankan membawa pasir pantai dan air laut dari Bali. Oh, mungkin itu yang membuat si petugas bersikeras mau cek. Syukurnya gak lama sih prosesnya, karena gak ada apa-apa juga kan.. dan saya akhirnya tahu, gak boleh asal tuh bawa-bawa pasir pantai. Kali aja ada yang kepikiran mau bawa. Gak boleh ya~

    Reply
  5. Powerbank kecil 10.000 mah masih boleh kak. Yg gak boleh powerbank besar diatas 10.000 Mah. Klo tanaman masih masuk akal di bawa dan gak tau. Dulu aku naik pesawat ada orang bawa telur mentah ke kabin pesawat. 😅

    Reply
  6. Oh ternyata ada yang harus dihindari karena memang mengandung bahaya yaa..
    Pernah banget mengalami hal seperti ini. Tapi Ibukku. Pas pulang dari Bandung menuju Surabaya ambil pinang merah yang tumbuh di rumahku. Katanya “Bagus yaa. dek.. Ibuk juga mau buat rumah Surabaya.”

    Pas dibawa menggunakan goodie bag juga… lalu disita dan semuanya gak jadi terbawa alias ditaruh di bagian pemeriksaan. Aku pikir kalau dibawa tangan (hand carry), boleh.

    Jadi, si pinang merah aku bawain pas aku pulkam naik kendaraan pribadi.
    Yeeaay~
    Skarang uda tumbuh mungils di kebun Ibuk.

    Reply
  7. Kalau saya pernah ketahan sebentar, karena lupa silet cukur kebawa hahaha. Pas dari Surabaya ke Makassar. Hanya paling seru, saat saya sudah naik ke kabin, eh, paket buku saya ketinggalan di ruang tunggu. Saya balik lagi. untung pesawat belum berangkat hahaha.
    Tapi kalau untuk tanaman, zaman dulu itu paling aman naik kapal laut, Mbak. Pernah tetangga saya dari makassar ke Jakarta bawa tanaman pandan

    Reply
  8. Informasi ini bermanfaat banget buat saya yang belum pernah naik pesawat Kak. Ternyata kalau naik pesawat bisa bawa tanaman ya asalkan tanamannya tidak mengandung air dan tanah. Terus maksimal 20 buah untuk batangnya, pantes aja kadang suka lihat orang bawa buket bunga. Untuk pengurusan surat karantina pembawaan tanaman dari luar daerah ke luar negeri juga ternyata tak serumit yang saya bayangkan

    Reply
  9. Baru tau ternyata klo bawa tanaman ke pesawat harus ada surat karantina gitu ya. Belum pernah pengalaman bawa tanaman sih, khawatir kena pemeriksaan di bandara. Kalo ketemu kantor karantina yang dekat bisa banget nih ya bawa paket tanaman dari kampung untuk dibawa merantau ke kota 🙂

    Reply

Leave a Comment